Kamis, 08 Oktober 2009

Transaksi Crossing BUMI Melemahkan IHSG

Pergerakan IHSG kembali melemah, ditengah membaiknya bursa regional dan melemah indeks Dow Jones. Indeks kembali bergerak anomali. Saham BUMI masih menjadi penggerak penurunan kembali. Adanya transaksi crossing dari broker PT CLSA Indonesia membuat indeks terhempas di teritori negatif. IHSG ditutup melemah 1,15% ke level 2.484.

PT CLSA Indonesia membuat transaksi crossing pada harga Rp1.700 per lembar saham BUMI yang menyebabkan tekanan yang besar bagi penurunan saham tersebut. Jumlah saham yang dipindahtangankan sebanyak 814,14 juta lembar saham. Harga per lembar yang murah pada transaksi crossing tersebut dibandingkan harga saham sehari sebelumnya pada level harga 2.875 akan menyebabkan harga saham tersebut tertekan. Terbukti dari penutupan kemarin, saham BUMI turun 5,22%, ke level 2.725.

Pinjaman yang diperoleh dari CIC (China Investment Group) dengan bunga 19% senilai US$1,9 miliar dirasakan akan mengganggu kinerja perusahaan BUMI, akibat tergerus laba bersihnya dalam dua tahun kedepan, padahal kedepannya tingkat suku bunga kredit diprediksi akan mengalami penurunan. Harga komoditas yang berjalan stabil dan tidak naik terlalu tinggi dan rencana perusahaan yang masih dianggap belum menunjukkan perbedaaan yang berarti membuat tekanan terhadap saham tersebut semakin tinggi.

Indeks BISNIS-27 turun 1,39% ke level 227. Indeks regional bergerak berlawanan dengan IHSG. Indeks Hang Seng naik 1,18%% ke level 21.492, Strait Times Singapura naik 0,62% ke level 2.650, dan indeks Nikkei 225 juga naik 0,34% ke level 9.832.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar