Indeks bergerak di teritori negatif kembali seperti sehari sebelumnya. Tidak adanya sentimen dari dalam negeri tampaknya pelemahan yang terjadi lebih disebabkan oleh sentimen dari luar. IHSG melemah 1,72% ke level 2.425.
Pelemahan yang terjadi pada Indeks Dow Jones terjadi akibat jatuhnya saham-saham perbankan di negara tersebut. Saham Bank of America (BOA) turun 5,06% dan JP Morgan Chase juga turun 3,12% hingga menyebabkan indeks Dow Jones turun 1,05%.
Penguatan Dolar juga ditenggarai menyebabkan Dow Jones jatuh. Sektor yang sensitif terhadap pergerakan dolar seperti energi, pertambangan, dan perusahaan multinasional mulai mendapatkan tekanan karena naiknya dolar, seiring dengan penurunan permintaan minyak, yang umumnya berbanding terbalik dengan dolar. Kenaikan dolar membuat biaya pembelian minyak mentah menjadi mahal per barelnya. Minyak mentah untuk kontrak perdagangan bulan Desember 2009 telah turun 2,2% ke level 78,98 pada kontrak berjangka di New York Merchantile Exchange (NYMEX).
Pada bursa hari kemarin, tercatat juga emiten baru, PT BW Plantation Tbk (BWPT) yang pada perdagangan hari pertamanya dibuka pada level harga Rp550. Perusahaan di sektor perkebunan dengan bisnis inti minyak sawit mencatatkan sahamnya sebanyak 4.037.082.000 lembar saham.yang 90% akan digunakan untuk membiayai program penanaman kelapa sawit di lahan milik anak perusahaan, sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Saham BWPT ditutup menguat 3,64% ke level Rp570.
Indeks BISNIS-27 turun 1,49% ke level 221. Indeks Hang Seng turun 1,86% ke level 22.169, Strait Times Singapura turun 0,81% ke level 2.694, dan indeks Nikkei 225 turun 1,45% ke level 10.212.
Selasa, 27 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar