Perdagangan indeks sangat fluktuatif . Awal pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung berada pada teritori negatif, namun mampu bangkit ke teritori positif, berada pada level 2.474, namun tidak berlangsung lama, indeks kembali tertekan dan ditutup melemah tipis sekali, turun 0,01% ke level 2.467.
Dilihat dari tipisnya pelemahan, bahkan satu menit sebelum penutupan sempat berada pada teritori positif, tampaknya pelaku pasar pun masih kebingungan mau bergerak ke arah mana pasar saat itu. Penetapan susuanan kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak cukup direspon oleh pasar, karena telah diprediksi sebelumnya. Pelaku pasar lebih bersikap wait and see.
Hal lain yang akan menjadi sorotan pelaku pasar dalam minggu ini adalah keluarnya laporan keuangan sejumlah emiten perbankan sebagai salah satu acuan berinvestasi di bursa saham menjelang pengumuman data inflasi dan suku bunga acuan. Jika kinerja keuangan sejumlah emiten bagus, maka akan menjadi hal yang positif bagi pergerakan indeks, namun jika sebaliknya, indeks akan terkoreksi kembali.
Laporan keuangan Bank Danamon Tbk (BDMN) yang tidak bagus menjadi kekhawatiran tersendiri karena kemungkinan laporan keuangan emiten-emiten perbankan lainnya kemungkinan tidak cukup bagus juga seperti BDMN.
Indeks BISNIS-27 turun0,03% ke level 225. Indeks Hang Seng naik 1,71% ke level 22.589, Strait Times Singapura naik 0,05% ke level 2.716, dan indeks Nikkei 225 naik 0,77% ke level 10.362.
Senin, 26 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar