Dalam perjalanan IHSG selama sepekan terakhir, dalam lima hari terakhir ini mengalami pelemahan. Di buka pada awal pekan dengan berada pada posisi 2.515 dan ditutup menguat pada perdagangan hari pertama, dan terkoreksi hari berikutnya namun ditutup menguat pada akhir pekan di posisi 2.433, masih berada di teritori negatif secara keseluruhan. Berarti indeks telah melemah 3,26%.
Isu kabinet Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi sentimen positif bagi awal perdagangan. Pelaku pasar menilai bisik-bisik calon menteri terpilih nanti sesuai dengan ekspektasi pasar, oleh karena itu IHSG menguat 1,43%.
Penguatan tidak berlangsung lama. Data perdagangan rumah di Amerika Serikat (AS) menunjukan penurunan yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga membuat Indeks Dow Jones turun. Konstruksi awal rumah pribadi hanya naik 0,5% menjadi 590.000, lebih rendah dari ekspektasi pasar 610.000. IHSG pun terkoreksi, terkena imbasnya.
Turunnya pasar saham mulai ditinggalkan dan pelaku pasar mulai melirik pasar valuta asing. Dolar menguat dan memberikan tekanan terhadap rupiah. Rupiah ditutup melemah 0,25% ke level 9.422.
Sementara itu minyak telah mencapai US$ 84 per barel, akan memberikan tantangan baru bagi perekonomian negara tersebut sebagai konsumen energi terbesar di dunia, selain tingkat inflasi yang kemungkinan akan menjerat negara tersebut jika kebijakan suku bunga rendahnya masih tetap dipertahankan. Jika hal ini terus terjadi, maka akhirnya negara di dunia akan kembali merasakan krisis keuangan kembali, padahal kita belum sepenuhnya keluar dari krisis keuangan global saat ini.
Pada perdagangan akhir pekan, IHSG rebound dengan naik 1,43% ke level 2.467. Naiknya peringkat outlook perekonomian Indonesia dari “stabil” menjadi “positif” oleh lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor's (S&P), membuat indeks terangkat.
Indeks BISNIS-27 naik 1,58% ke level 225. Indeks Hang Seng naik 1,71% ke level 22.589, Strait Times Singapura naik 1,24% ke level 2.715, dan indeks Nikkei 225 naik 0,15% ke level 20.282.
Jumat, 23 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar