IHSG dalam perdagangan kemarin melemah akibat pasar masih meragukan kinerja kabinet baru yang telah dipilih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. IHSG melemah 1,76% ke level 2.433. Semenjak awal perdagangan indeks terus tertekan.
Faktor valuasi indeks yang telah tinggi memacu aksi profit taking para pelaku pasar. Naiknya harga minyak yang telah menyentuh level US$ 82 per barel belum cukup mampu mengangkat indeks. Bursa saham regional juga turut melemah, seriring dengan melemahnya indeks Dow Jones akibat jatuhnya saham-saham perbankan, serta melempemnya belanja konsumen negara tersebut.
Rupiah pun ikut tersungkur mengiringi bursa saham. Namun pengaruh ini tidak bersifat fundamental melainkan hanya faktor teknikal semata dimana pelaku pasar sedang merealisasikan keuntungan sementara waktu karena nilai tukar rupiah sudah dirasakan cukup jauh menguat. Rupiah menguat 1,06% ke level 9.522.
Semua sektor terpantau melemah, dengan aneka industri memimpin pelemahan sebesar 3,2%. Disusul perdagangan turun 2,9%, perkebunan 2,2%, serta tambang dan manufaktur 1,9%. Demikian juga sektor properti melemah 1,8%, finansial 1,5%, konsumsi dan industri dasar turun 1,3% dan infrastruktur 1,12%.
Indeks BISNIS-27 turun 1,7% ke level 221. Indeks Hang Seng turun 0,48% ke level 22.210, Strait Times Singapura turun 0,39% ke level 2.681, dan indeks Nikkei 225 turun 0,64% ke level 20.267.
Kamis, 22 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar