Rabu, 21 Oktober 2009

IHSG Masih Terpuruk

Penurunan yang terjadi pada indeks Dow Jones memberikan sentimen negatif bagi IHSG. Data terbaru terkait dengan sektor perumahan di negara Amerika Serikat (AS) tersebut membuat bursa Asia ikut melemah juga. IHSG ditutup melemah 1,02% ke level 2.476. Pergerakan indeks sangat fluktuatif, bahkan sempat menyentuh 2.463, namun berbalik arah walau pun pada akhirnya masih berada pada teritori negatif, 2.476, pada penutupan sore.

Data perumahan AS bulan September yang keluar ternyata diluar ekspektasi pasar. Konstruksi awal rumah pribadi hanya naik 0,5% menjadi 590.000, lebih rendah dari ekspektasi pasar 610.000. Kebangkitan perekonomian negara tersebut masih dipertanyakan, pasalnya dibutuhkan insentif baru bagi sektor perumahan untuk bisa lebih baik lagi dari hasil yang sekarang.

Turunnya pasar saham di negara tersebut justru memberikan tekanan pada indeks, namun hal positif yang timbul adalah mulai bergulirnya investasi ke arah perdagangan Valas, dimana Dolar menguat dan memberikan tekanan bagi rupiah. Rupiah ditutup melemah 0,25% ke level 9.422. Kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya mampu mendorong peningkatan ekspor negara tersebut.

Kendala yang akan dihadapi kedepannya, berkaitan dengan naiknya harga minyak yang mulai menyentuh level US$80 per barel. Indeks Dow Jones akan semakin terpuruk dan tentunya akan berimbas pada bursa regional dan dunia. Biaya yang timbul akibat melambungnya harga minyak akan memberikan tantangan baru bagi perekonomian negara tersebut sebagai konsumen energi terbesar di dunia.

Indeks BISNIS-27 turun 1,16% ke level 225. Indeks Hang Seng turun 0,3% ke level 21.318, Strait Times Singapura turun 0,68% ke level 2.692, dan indeks Nikkei 225 turun 0,03% ke level 10.333.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar