Pada penutupan akhir pekan, IHSG masih melanjutkan rally kenaikan walau kenaikan itu tergolong tipis, 0,02% ke level 2.515. Dengan demikian selama sepekan ini IHSG telah naik 1,6%. Pada awal perdagangan IHSG masih diliputi sentimen negatif, hingga akhir pekan masih melanjutkan koreksi dengan turun 0,72% ke level 2.456. Namun hari berikutnya, indeks mulai rebound dengan naik 0,62% ke level 2.471, setelah itu indeks terus menguat dan ditutup pada akhir pekan di level 2.515.
Koreksi yang terjadi lebih disebabkan oleh kenaikan tabung elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg. Walau kenaikan hanya Rp100 per kg, namun hal tersebut justru akan menambah beban baru bagi perusahaan yang menggunakannya. Pasar merespon dengan segera, sehingga indeks melemah pada perdagangan Senin. Dengan adanya kenaikan tersebut akan menyumbagn tambahan inflasi nasional pada tahun 2009 akan mencapai 0,01% dan diperkirakan pada tahun 2010 akan menjadi 0,3% atau dalam batas yang masih bisa dikendalikan.
Penguatan terjadi pada hari berikutnya, seiring dengan penguatan minyak mentah yang mencapai level US$75 per barel, dan naiknya harga emas, yang merupakan kenaikan tertingginya selama ini dan menyentuh level psikologis 1.000 dan berada pada level 1.064. Bagusnya laporan keuangan sejumlah emiten di bursa Amerika, khususnya JP Morgan Chase dan Intel membawa harapan baru akan pulihnya perekonomian dunia. Emas sebagai pengganti hedging dari dolar mengalami kenaikan terus menerus setelah semakin lama dolar semakin terdepresiasi akibat kebijakan The Fed yang masih menetapkan suku bunga acuan hampir mendekati nol. Saat ini suku bunga acuan yang dipatok adalah 0,25%. Jika kebijakan ini terus dilakukan, Amerika akan memberikan stimulus bagi kenaikan inflasi yang dapat dipastikan akan menghantam negara tersebut jika kebijakan pelonggaran likuiditas di pasar tetap dibiarkan.
Dari dalam negeri, isu mengenai siapa saja yang akan menjadi menteri dalam kabinet baru Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi isu sentral dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah nama yang dicalonkan oleh beberapa partai politik mulai menjadi bahan diskusi dari pelaku pasar, namun tampaknya pasar justru merespon positif dari sejumlah nama yang beredar yang diisukan akan diangkat menjadi menteri. Rencananya SBY akan mulai mewawancarai calon-calonnya pada tanggal 17 Oktober ini.
Berbagai sentimen positif yang mulai mengelilingi indeks, kemungkinan akan berlanjut sampai minggu depan, menunggu siapa saja yang lolos menjadi menteri dalam kabinet baru SBY. Indeks BISNIS-27 turun 0,12% ke level 229. Indeks Hang Seng turun 0,31%% ke level 21.929, Strait Times Singapura turun 0,15% ke level 2.708, dan indeks Nikkei 225 naik 0,18% ke level 10.257.
Jumat, 16 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar