Jumat, 02 Oktober 2009

Analisis IHSG sepekan

Pada penutupan akhir pekan, IHSG ditutup menguat 0,08% ke level 2.479. Dalam sepekan terakhir ini, indeks sebenarnya telah menguat 2,5%. Walau pada penutupan awal pekan indeks sempat terjerembab, turun ke level 2.397, namun pada hari berikutnya indeks secara perlahan terus menguat. Kekhawatiran sempat terjadi pada perdagangan akhir pekan, pada awal pembukaan indeks sudah berada pada teritori negatif, namun sekali lagi indeks berhasil terangkat dan ditutup pada teritori positif, 2.479.

Pergerakan harga minyak mewarnai pergerakan indeks selama sepekan terakhir. Harga minyak kini berada pada level US$70,82 per barel. Krisis geopolitik terkait ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran,. Selaku salah satu produsen minyak dunia, dikhawatirkan Iran akan menghentikan pasokan atau minimal akan mengurangi pasokan minyak dunia. Melihat kemungkinan tersebut, spekulan mulai bermain dengan membeli harga minyak sebelum melonjak lebih tinggi lagi, membuat harga minyak kembali melambung lagi menyentuh US$70 per barel.

Ekspektasi laporan keuangan kuartal III sejumlah emiten besar turut menggerakan indeks sehingga ditengah melemahnya bursa regional, IHSG justru tampak cantik berada di teritori positif. Valuasi yang rendah akibat terkoreksi pada awal pekan, membuat pelaku pasar memburu saham-saham emiten besar yang secara fundamental masih dapat memberikan return yang tinggi.

Pengumuman kenaikan inflasi yang telah diprediksi sebelumnya oleh pelaku pasar, tidak menggoyahkan IHSG. Inflasi bulan September 2009 naik menjadi 1,05%, terkait dengan adanya faktor hari raya dan kebutuhan cash di masyarakat dalam menjalankan ritual mudik tahunan. Faktor inflasi masih terbilang terkendali dan masih belum menjadi ancaman bagi perubahan kebijakan moneter dan fiskal. Diharapkan target inflasi akhir tahun masih bisa tercapai, yakni dibawah 4%.

Indeks BISNIS-27 naik 0,29% ke level 225. Indeks Hang Seng turun 2,77% ke level 20.375, Strait Times Singapura turun 1,99% ke level 2.604, dan indeks Nikkei 225 juga turun 2,47% ke level 9.731.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar