Kamis, 01 Oktober 2009

Inflasi Naik tidak Mempengaruhi IHSG

IHSG menguat seperti sehari sebelumnya, ditengah jatuhnya bursa dunia dan beragamnya penutupan bursa regional. IHSG menguat 0,42% ke level 2.477, merupakan level tertingginya semenjak awal tahun. Indeks BISNIS-27 juga menguat beriringan dengan penguatan 0,75% ke level 224. Ekpektasi inflasi yang memang telah sesuai prediksi pelaku pasar tidak begitu mempengaruhi pergerakan indeks.

Inflasi bulan September 2009 yang naik menjadi 1,05%. Pemicu dari naiknya inflasi terkait dengan faktor hari raya. Peredaran uang yang sangat banyak menjelang hari raya dan kebutuhan akan uang cash dari mudik tahunan yang terjadi menyebabkan kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya mengalami kenaikan. Namun faktor inflasi masih terbilang terkendali dan masih belum menjadi ancaman bagi perubahan kebijakan moneter dan fiskal. Diharapkan target inflasi akhir tahun masih bisa tercapai, yakni dibawah 4%.

Indeks Dow Jones kembali tersandung selama dua hari terakhir ini. Penurunan daftar gaji sektor swasta yang melebihi ekpektasi pelaku pasar membuat rentan sekali terkena spekulasi masih belum kokohnya perekonomian negara tersebut. Pelaku pasar nampaknya lebih mengalihkan pembelian saham-sahamnya ke emerging markets, terbukti dengan beragamnya harga penutupan bursa regional.

Saham-saham emiten yang menguat diantaranya, saham Dayaindo Resources International Tbk (KARK) memberikan kenaikan tertinggi, 33,33%. Saham Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 6,03%, saham Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) juga naik 5,06%. Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,32%.

Indeks Hang Seng turun 0,28% ke level 20.955, Strait Times Singapura naik 0,57% ke level 2.657, dan indeks Nikkei 225 juga naik 1,53% ke level 9.978.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar