Rabu, 16 September 2009

Minyak Kembali Menyentuh US$70

IHSG masih melanjutkan rally panjangnya. Sepanjang tahun ini indeks telah melewati titik psikologis baru 2.400, bahkan kini indeks telah berada pada level tertingginya dengan menguat 0,8% ke level 2.439. Pada awal perdagangan bursa, indeks bahkan sempat nenyentuh level 2.442, sebelum akhirnya ditutup pada level 2.439, seiring penguatan yang terjadi di bursa dunia dan regional. Sementara indeks BISNIS-27 menguat 0,67% ke level 219,32. Faktor liburan belum berpengaruh terhadap pergerakan indeks. Indeks masih terpengaruh sentimen luar negeri.

Saham-saham pertambangan diburu kembali oleh pelaku pasar akibat dari naiknya kembali harga minyak yang dalam beberapa hari terakhir cenderung bergerak fluktuatif, akhirnya menembus kembali US$70 per barel, menimbulkan kembali optimisme pasar. Walau permintaan minyak mentah global tahun ini menyusut 1,56 juta barel per hari (bph) menjadi 84,05 juta barel per hari, namun di Amerika Serikat (AS), pengguna energi terbesar di dunia, justru memperlihatkan mulai pulihnya sektor ekonomi negara tersebut dengan naiknya penjualan ritel AS yang yang melonjak 2,7% pada bulan Agustus lalu, belum lagi negara-negara berkembang seperti China, India dan Timur Tengah yang akan menjadi lokomotif penggerak perekonomian dunia di masa mendatang.

Transaksi yang terjadi di bursa mencapai Rp3,9 triliun, menandakan transaksi yang terjadi sangat aktif, namun sehari sebelum libur panjang kemungkinan akan terjadi aksi profit taking, akibat kondisi bursa yang overbought (jenuh beli). Penukaran saham dengan uang cash sebagai dana liburan akan terjadi pada esok hari yang merupakan kesempatan terakhir bagi pelaku pasar sebelum mereka liburan panjang.

Indeks Hang Seng naik 2,57% ke level 21.402, Strait Times Singapura naik 1,37% ke level 2.674, dan indeks Nikkei 225 juga naik 0,52% ke level 10.270.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar