Selasa, 15 September 2009

Proyeksi Bank Dunia mengangkat IHSG

IHSG kembali menguat, setelah sehari sebelumnya terkoreksi akibat aksi profit taking yang menyertainya. IHSG ditutup menguat 1,57% ke level 2.420. Baiknya perekonomian Indonesia di tengah krisis global yang menerpa dan adanya harapan akan keluar dari krisis melebihi negara lain memberikan sentiment baru bagi pergerakan IHSG seperti tertuang dalam laporan Bank Dunia yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,3% pada tahun inim dan 5,6% pada tahun depan.

Sektor keuangan yang menjadi awal pemicu krisis ternyata masih terbukti kuat dari harapan semula analis pasar. Walaupun Net Performing Loan pada bulan Juli 2009 naik sebesar Rp12,4 triliun menjadi Rp63,3 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu Rp50,9 triliun, namun hal ini juga mengindikasikan naiknya pinjaman kredit yang dikeluarkan oleh bank. NPL bank konvensional naik 4,6% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 3,8%, padahal bulan Juni ada di level 4,5%. Jadi kenaikan yang terjadi masih pada rentang yang tidak terlalu mengkhawatirkan, namun perlu dikelola secara lebih hati-hati lagi.

Faktor konsumsi menyambut hari raya Idul Fitri turut memberikan sumbangan bagi sektor riil, belum lagi belanja kampanye pada pertengahan tahun ini yang memperkuat sektor konsumsi kita. Inflasi yang terjadi pun masih tergolong kecil. Inflasi bulan Agustus yang hanya sebesar 0,56% sebagai tanda terkendalinya harga dari perkiraan sebelunya.

Secara teknikal, IHSG telah berada pada titik overbought (jenuh beli) yang umumnya akan terjadi profit taking pada hari-hari mendatang. Berdasarkan analisa Slow Stochastic, garis %K yang berada pada titik 79.59 mulai menukik dari arah atas ke bawah menuju garis %D yang berada pada titik 67,18, mengindikasikan tanda-tanda indeks akan berbalik arah, namun pergerakannya masih terbatas. Hal ini bisa dilihat dari pola yang ada di Bollinger Bands yang volatilitas pergerakan indeks semakin mengerucut.

Indeks Hang Seng turun 0,31%, sementara Strait Times Singapura juga turun 0,05%, dan Indeks Nikkei 225 justru mengalami penguatan dengan naik 0,15%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar