Kamis, 24 September 2009

IHSG Masih Menguat

Aksi profit taking yang sempat menghantui perdagangan saham setelah liburan panjang tidak terbukti. Semenjak dibuka pada awal perdagangan, IHSG tetap berada pada teritori positif. Dalam perjalanannya bahkan, IHSG sempat berada pada posisi 2.482, walau akhirnya harus puas ditutup pada level 2.468, menguat tipis 0,48%.

Sektor industri dasar dan barang konsumsi, serta sektor infrastruktur merupakan penopang kenaikan indeks, yang masing-masing naik 1,82%, 1,67% dan 1,63%. Sementara itu sektor properti memberikan penurunan terbesar, -1,24%, diikuti oleh sektor aneka industri yang juga turun -1,11%, serta sektor pertanian dan sektor pertambangan yang turun -0,28% dan -0,20%.

Pertemuan G20 di pittsburg dalam rangka memperbaiki sektor finansial dunia agar lebih berimbang serta restrukturisasi sektor perbankan dunia yang selama ini penuh kerahasiaan akan lebih terbuka. Kerahasiaan yang awalnya dimaksudkan untuk melindungi nasabah justru menjadi boomerang bagi keuangan dunia jika ternyata tidak dikelola secara hati-hati hingga akhirnya menimbulkan krisis global seperti sekarang ini.

Faktor lain yang memberikan sentimen positif bagi indeks adalah masih tetapnya kebijakan The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya yang hampir mendekati nol untuk membantu negara tersebut (AS) keluar dari krisis terburuk yang dialaminya semenjak Great depression yang kala itu dimulai pada tahun 1929 sampai awal tahun 1940. Likuiditas diperlukan untuk menggenjot sektor riil negara tersebut, namun di sisi lain akan memberikan tekanan terhadap dolar AS dan mengapresiasi rupiah. Dari data bloomberg, rupiah menguat terhadap dolar dengan naik 0,47% ke level 9.659.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar