Jumat, 25 September 2009

Analisis IHSG Sepekan

Pada akhir pekan akhirnya IHSG terkoreksi. Prediksi seminggu terakhir sebelumnya yang kemungkinan akan terkoreksi, terkait kebutuhan akan uang cash pada saat liburan dan awal perdagangan setelah liburan panjang, tidak terbukti, justru IHSG terkoreksi pada akhir pekan ini. Satu-satunya sektor yang masih positif adalah sektor pertanian yang naik 1,09%. Semenjak awal perdagangan indeks terus berada pada teritori negatif dan akhirnya IHSG ditutup melemah 0,98% ke level 2.444 dan indeks BISNIS-27 turun 1,21% ke level 219, seiring dengan penurunan yang terjadi di bursa regional.

Keputusan The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuannya yang hampir mendekati nol, menjadi sorotan dari bursa dunia dan pasar menganggap hal tersebut sebagai sentimen positif, walaupun tindakan tersebut justru akan memberikan tekanan pada nilai dolar dan akan menyulut inflasi kedepannya. Exit strategy yang akan dipersiapkan The Fed untuk antisipasi penurunan nilai dolar diharapkan tidak menimbulkan masalah baru yang lebih besar untuk negara adidaya tersebut.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah keputusan dari pertemuan ekonomi negara maju, G20 , yang merumuskan kembali sistem keuangan global yang selama ini terlalu terproteksi karena beralasan rahasia nasabah justru menjadi boomerang bagi sistem keuangan global. Aliran dana yang tidak jelas dan sulit untuk dilacak serta cepatnya arus modal yang keluar masuk dari dan ke sebuah negara membuat sistem monitoring tidak berjalan efektif. Tindakan preventif yang dilakukan sebuah negara jika sektor finansialnya bermasalah cenderung mengalami kegagalan akibat dari data yang kurang mencukupi karena kerahasiaan tersebut.

Indeks Hang Seng turun 0,13% ke level 21.024, Strait Times Singapura turun 0,17% ke level 2.662, dan indeks Nikkei 225 juga turun 2,64% ke level 10.265..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar