IHSG kembali naik dengan kenaikan 1,92% ke level 2.443, begitu pun dengan indeks BISNIS-27 yang turut naik 2,14% ke level 219. Pergerakan yang tidak terlalu fluktuatif dan dibuka pada teritori positif semenjak awal perdagangan serta adanya sentimen dari indeks Dow Jones yang naik, mempertahankan penurunan indeks yang sebelumnya IHSG turun -0,98% dan indeks BISNIS-27 juga turun -1,21%.
Naiknya indeks Dow Jones ke level 9.789, naik 1,28%, menyelamatkan IHSG dari penurunan yang terjadi semenjak hari Kamis, tanggal 24 September 2009. Banyaknya merger dan akuisisi yang terjadi memberikan sentimen positif bagi pergerakan Dow Jones, menandakan efisiensi perusahaan publik yagn diharapkan kedepannya perusahaan tersebut dapat bertahan dan bertumbuh di era krisis sekarang ini.
Naiknya harga minyak mendekati level US$67 per barel, ditengah krisis geopolitik yang diawali oleh Iran, selaku salah satu produsen minyak, membuat harga minyak kembali naik. Bahkan kontrak minyak Light Sweet untuk pengiriman bulan Mei 2010 berada pada level US$69,92 per barel. Fluktuasi yang terjadi akibat mudahnya perubahan harga minyak yang cepat memberikan kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar. Hal ini tentu saja tidak mencerminkan permintaan minyak yang sebenarnya, tapi lebih ke arah spekulasi untuk mendapatkan gain sementara waktu saja.
Kenaikan ini diprediksi masih bersifat sementara. Faktor inflasi yang terjadi selama bulan puasa akan menekan pergerakan indeks, dan akhirnya suku bunga acuan, BI Rate, akan tetap tidak ada perubahan, yang menyebabkan sektor riil tentunya masih kesulitan untuk mendapatkan suku bunga kredit yang lebih rendah dari sekarang ini.
Bursa regional turut membaik, seiring penguatan Dow Jones. Indeks Hang Seng naik 2,06% ke level 21.013, Strait Times Singapura naik 1,30% ke level 2.663, dan indeks Nikkei 225 juga naik 0,91% ke level 10.100
Selasa, 29 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar