Rabu, 09 September 2009

IHSG Bergerak Anomali dengan Bursa Regional

IHSG naik mengikuti kenaikan Indeks Dow Jones, sementara bursa regional cenderung mengalami pelemahan. Indeks ditutup menguat 0,51% ke level 2.383, mendekati titik psikologis baru di level 2.400. Indeks sempat berada pada posisi terendahnya di level 2.364 dan posisi tertingginya di level 2.389. Aksi profit taking yang diperkirakan terjadi, ternyata tidak terjadi, IHSG masih melanjutkan rally-nya dari 3 September lalu.

Imbas dari indeks Dow Jones yang pada pembukaan langsut melejit naik 0,59% ke level 9.497, setelah sehari sebelumnya libur hari buruh, membuat pergerakan IHSG berbalik dengan pergerakan bursa regional yang cenderung melemah. Indeks Hang Seng melemah 1,04%, Indeks Nikkei 225 melemah 0,78%, dan Indeks Strait Times Singapura juga turut melemah 0,39%.

Indeks Dow Jones naik menjelang rencana pertemuan OPEC didukung pula dengan kenaikan harga minyak dan pelemahan dolar serta naiknya ekspektasi akan pemulihan global membuat sentimen baik bagi pergerakan indeks, Melemahnya dolar membuat harga minyak yang diperdagangkan menjadi lebih murah dan hal ini mengangkat permintaan akan minyak. Kontrak minyak pengiriman bulan Oktober di kontrak berjangka New York menjadi US$71,1 per barel.

Sentimen positif lainnya yang berasal dari dalam negeri juga membuat IHSG tidak berada pada teritori negatif. Pembentukan kabinet baru oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi penggerak indeks. Ekspektasi yang berkembang di pasar mengharapkan Sri Mulyani agar terpilih lagi masuk dalam kabinet, mengingat kinerjanya selama ini yang dapat membuat perekonomian Indonesia tidak negatif ketika banyak negara cenderung mengalami kontraksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar