Rabu, 26 Agustus 2009

Sentimen Sepi, IHSG Melemah

IHSG akhirnya ditutup tipis 0,02% ke posisi 2.380, seiring dengan pelemahan logam dan harga minyak. Perdagangan IHSG kemarin cukup fluktuatif. IHSG pada awal sesi I sudah ditekan dan berada dalam teritori negatif, namun IHSG sempat berbalik arah ke posisi 2.383. Hal ini tidak berlangsung lama, karena kemudian diterjang kembali hingga di sesi II, indeks terus berada di teritori negatif. Sempat mencoba kedua kalinya merangkak naik, namun tekanan yang begitu besar akhirnya memaksa indeks harus puas berada pada posisi 2.380.

Harga minyak yang sempat menyentuh level US$74 per barel terkena profit taking dan akhirnya turun kembali ke level US$72 per barel menyebabkan harga logam merosot dan berdampak negatif pada saham-saham berbasis komoditas. Harga tembaga turun menjadi US$6.309,50 per metric ton, Alumunium turun menjadi US$1.874,25 per metric ton, dan harga nikel juga ikut turun menjadi US$19.380 per metric ton.

Perdagangan kemarin juga tidak terlalu ramai. Transaksi yang terjadi hanya Rp3,3 triliun, yang mengindikasikan pelaku pasar lebih cenderung mengambil sikap wait and see, menunggu pembentukan kabinet pemerintahan terbaru dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka menginginkan menteri-menteri yang terbentuk berasal dari kalangan profesional.

Saham-saham grup Bakrie menjadi incaran para pelaku pasar. Faktor bagusnya fundamental perusahaan yang tergabung dalam grup Bakrie secara teknis membuat saham-saham tersebut memperlihatkan peluang kenaikan harga. Saham PT Bumi Resources (BUMI) naik 0,8%, saham PT Bakrie & Brother (BNBR) naik 4,58%, saham PT Bakrie Telecom (BTEL) juga turut naik 4,05% dan saham PT Energi Mega Persada (ENRG) naik 1,23%.

Indeks BISNIS-27 turun 0,17% ke posisi 213. Indeks Nikkei-225 Tokyo ditutup naik 1,36% ke level 10.639, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,1% ke level 20.456. Indeks Strait Times Singapura juga naik 0,37% ke level 2.682.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar