Kamis, 27 Agustus 2009

Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi China, IHSG Turun

Minimnya sentimen negatif dari dalam negeri dan imbas dari bursa regional dan dunia membuat IHSG ditutup melemah 1,01% ke posisi 2.356. Sejak awal perdagangan, indeks telah mengalami tekanan yang kuat dan terus berada pada teritori negatif sampai penutupan berakhir.

Indeks Dow Jones menguat tipis 0,04% ke level 9.543. Setelah selama sepekan terakhir ini berada dalam tren penguatan yang lumayan tinggi, kenaikan yang hanya 0,04% tersebut secara teknikal mengindikasikan mulai melemahnya tren penguatan walaupun indikator penjualan rumah AS mengalami kenaikan 9,6% dan imbasnya menyebabkan bursa regional diserang aksi profit taking untuk sementara waktu, menyebabkan bursa regional bergerak mixed.

Indeks Hang Seng turun 1,04% ke level 20.242, Indeks Nikkei-225 juga turun 1,56% ke posisi 10.473, Strait Times Singapura justru mengalami kenaikan 0,53% ke level 2.642.

Pelaku pasar tampaknya masih mengkhawatirkan perlambatan perekonomian Cina setelah elite partai komunis yang berkuasa di Cina menyerukan diambilnya serangkaian langkah untuk menjawab perlambanan ekonomi. Jika hal ini terjadi, maka imbasnya akan memperlambat ekspor negara Indonesia ke China, karena selama ini kita sebagai salah satu negara pengekspor raw materials ke negara tirai bambu tersebut.

Faktor lain yang juga memberikan tekanan bagi indeks adalah ekspektasi akan tekanan inflasi bulan Agustus yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan menghambat penurunan tingkat suku bunga acuan, dan pada akhirnya sektor riil masih harus menunggu sementara waktu lagi untuk menggeliat normal kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar