Jumat, 28 Agustus 2009

Analisis IHSG akhir pekan

Pergerakan IHSG akhir pekan cukup menggembirakan. IHSG ditutup menguat 0,89%, Antisipasi pengumuman BI rate dan inflasi yang akan diumumkan pekan depan sedikit meredam sentimen negatif yang beredar dari bursa regional. Hal lain yang patut diperhitungkan adalah berbalik arahnya kembali bursa Dow Jones yang telah terpuruk, seiring dengan penguatan minyak mentah di pasaran dunia.

Harga minyak mentah selama sepekan terakhir ini berada pada kisaran US$72 per barel menyebabkan kenaikan dan penurunan yang terjadi selama sepekan terakhir memberikan dampak yang buruk bagi saham-saham sektor pertambangan. Sempat menyentuh level US$74 per barel, namun kemudian diserang aksi profit taking spekulan, dan ditutup US$72 per barel pada akhir pekan.

Cina sebagai negara konsumsi energi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, memberikan kekhawatiran baru bagi pelaku pasar. Pernyataan salah satu pejabat partai komunis di negara tersebut yang menyatakan Cina perlu mengambil langkah-langkah baru untuk mengatasi perlambatan perekonomian negara tersebut membuat pelaku pasar khawatir akan dampak bagi perekonomian global. Indonesia sendiri merupakan salah satu pengekspor raw materials terbesar ke negeri tirai bambu tersebut. Jika hal ini berlangsung terus tentunya akan menurunkan kinerja ekspor kita, dan membuat perusahaan-perusahaan sektor pertambangan dan manufaktur menjadi terhambat.

Tidak ada sentimen yang baru bagi pergerakan indeks selama sepekan. Pelaku pasar cenderung memilih bersikap wait and see menunggu kepastian kabinet baru terbentuk. Diharapkan kabinet nanti terdiri dari kalangan profesional yang lebih tahu mengenai praktek-praktek yang dapat membawa efisiensi dalam pengelolaan industri nantinya.

Pelemahan rupiah yang kembali lagi turun diatas Rp10.000 per dolas AS lebih disebabkan karena adanya permintaan dari perusahan-perusahaan untuk membayar utangnya yang telah jatuh tempo dalam bentuk dolar hingga memberikan tekanan bagi rupiah. Rupiah berada pada level 10.052.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar