Senin, 31 Agustus 2009

IHSG Melemah Akibat Imbas Regional

IHSG terkena imbas burs regional dan Wall Street. Pergerakan indeks ditutup pada level 2.341, turun 1,5%. Penurunan ini juga terjadi akibat belum adanya sentimen baru yang menyertainya. Laporan keuangan beberapa emiten yang telah keluar ternyata belum mampu mengangkat indeks.

Bursa Jepang yang turun, setelah sempat menguat akibat dari hasil pemilu Jepang yang memenangkan parta oposisi dan bursa Cina yang turun juga akibat dari kekhawatiran mulai melambatnya pertumbuhan kredit di negara tirai bambu tersebut membuat menahan laju kenaikan IHSG. Indeks Nikkei-225 melemah 0,4% ke level 10.429,53. Indeks Hang Seng 1,86% ke level 19.724,19.

Harga minyak kembali naik, akibat dari positifnya indikator-indikator yang dirilis. Di Amerika Serikat, negara pengguna energi terbesar di dunia menunjukkan belanja konsumen negara tersebut naik selama tiga bulan secara berturut-turut. Di Eropa pun, indikator sentimen ekonomi Komisi Eropa untuk 16-negara zona euro naik juga naik untuk kelima bulan berturut-turut pada bulan Agustus.

Indikasi mulai pulihnya aktivitas industri di AS membuat harga minyak naik kembali secara perlahan. Jika permintaan ini terus meningkat, harga minyak akan melaju terus dan kemungkinan besar akan melebihi US$75 per barel, seperti yang terjadi pada pada penutupan Senin minggu lalu, US$74,37 per barel, tertinggi selama sepuluh bulan terahir.

Volume perdagangan di lantai bursa tercatat mencapai 4,7 miliar unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,5 triliun. Indeks BISNIS-27 turun 1,38% ke posisi 210,44. Indeks saham LQ-45 turun 1,5% ke level 456. Indeks saham JII turun 1,36% ke level 380,65.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar