Selasa, 18 Agustus 2009

Libur Sehari Membuat IHSG Terkoreksi TajamS

Kerontokan yang terjadi di bursa regional dan dunia sehari sebelumnya tampaknya memberikan tekanan yang begitu besar bagi pergerakan IHSG. Kekhawatiran pasar akan kondisi global yang masih belum menentu, membuat mereka sementara waktu merealisasikan capital gain sebagai koreksi dari kenaikan bursa yang dirasakan sudah cukup tinggi. Pelaku pasar melakukan aksi profit taking dan memaksa IHSG ditutup melemah 2,09% ke posisi 2.336.

Laporan sentimen konsumen dari Universitas Michigan yang jatuh menjadi 63,2 dari 66,0 pada Juli memberikan sentimen negatif bagi indeks Dow Jones. Dengan adanya kenaikan ini tampak mencerminkan kelemahan di pasar kerja karena kemungkinan pengangguran yang meningkat dari ekspektasi semula, yang diprediksi justru berkebalikan dari hasil di atas, yang memprediksikan indeks keyakinan konsumen akan naik menjadi 69,0.

Kondisi berkebalikan terjadi di bura regional yang mulai rebound, dari hari sebelumnya. Indeks Hang Seng naik 0,84% ke posisi 20.306. Indeks Nikkei-225 naik 0,16% ke posisi 10.284. Indeks Strait Times Singapura juga naik 0,85% ke posisi 2.567. hal ini berkebalikan dari IHSG yang turun karena menurut pelaku pasar, sudah saatnya koreksi karena pada minggu lalu saham-saham pertambangan dan perkebungan telah mencapai titik tertingginya.

Koreksi yang terjadi pada perdagangan bursa kemarin dinilai juga merupakan koreksi dua hari selama berturut-turut, karena bursa regional pada perdangan Senin cenderung melemah, dan memberikan imbas lanjutan bagi pergerakan indeks kemarin. Beberapa saham unggulan yang turun antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun -2,33%, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) juga turun -2,83%, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 1,45%, PT Astra International Tbk (ASII) juga ikut turun 3,52%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar