Jumat, 14 Agustus 2009

Analisis IHSG sepekan

IHSG ditutup melemah akibat penguatan yang terjadi sebelumnya, hingga didera aksi profit taking kembali menjelang libur panjang menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) hingga ditutup pada posisi 2.386, turun 0,4%.

Dari awal perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG telah melemah dan mencapai posisi terendahnya pada level 2.370 pada sesi kedua, kemudian perlahan mulai bergerak naik, namun tekanan yang begitu besar dari aksi profit taking memaksa IHSG untuk tetap berada pada teritori positif dan ditutup di posisi 2.386.

Kalau dicermati selama perdagangan bursa sepekan, IHSG sebenarnya mengalami kenaikan 1,6% dari posisi pembukaan awal pekan di level 2.349. Sentimen-sentimen yang mempengaruhi indeks, ternyata mampu mengangkat IHSG untuk tetap berada pada tren bullish (menguat).

Laporan petumbuhan ekonomi semester I yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) ternyata masih berada pada rentang ekspektasi pelaku pasar, hingga memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2009 dibandingkan dengan semester I-2008 tumbuh sebesar 4,2 persen.

Namun sentimen positif tersebut dimentahkan oleh proyeksi kartel produsen Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan bahwa permintaan minyak dunia akan menurun pada tahun 2009 ini, sebelum tumbuh lagi pada tahun depan, turun 1,6 juta barel per hari (BPD) atau 1,93 persen menjadi 83,91 juta BPD tahun ini. Adanya kenaikan permintaan dari Cina, selaku pengguna energi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS), tidak memberikan dampak positif bagi pergerakan indeks.

Kabar baik terjadi dari negeri AS. Hasil keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengenai langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya oleh The Fed, Bank Sentral AS, dalam rangka mengatasi kontraksi perekonomian negara tersebut direspon positif oleh pelaku pasar. FOMC memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya hampir mendekati nol, yakni 0,25%. Positifnya keputusan tersebut memberikan dampak yang baik bagi bursa dunia dan regional, tanpa terkecuali Indonesia, hingga IHSG naik ke level 2.396, naik 2,09% dari penutupan sebelumnya.

Indeks BISNIS-27 turun 0,63% ke posisi 213. Indeks Nikkei-225 Tokyo ditutup naik 0,76% ke level 10.597, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,15% ke level 20.893. Indeks Strait Times Singapura juga naik 0,66% ke level 2.631.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar