IHSG terkena profit taking setelah sehari sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup spektakuler, dengan naik 3 %. Pada perdagangan kemarin IHSG bergerak fluktuatif, beberapa kali mencoba untuk kembali ke teritori positif, namun IHSG akhirnya harus puas ditutup melemah 0,25% ke posisi 2.117.
Melambungnya harga minyak dalam beberapa hari terakhir hanya mampu mengangkat indeks sehari sebelumnya saja. Kekhawatiran akan meningkatnya NPL di sektor perbankan menyebabkan pelaku pasar cenderung menahan investasinya sementara waktu.
BI rate yang telah turun menjadi 6,75% masih belum direspon secara positif oleh perbankan. Berdasarkan data di pusat informasi pasar uang pada periode 6 Januari-13 Juli 2009, suku bunga kredit masih berasa di posisi 13,28% atau hanya turun 99 basis poin dari posisi awal tahun 14,28%. Masih tingginya cost of funds membuat bank-bank belum sepenuhnya bisa menurunkan suku bunga kreditnya dalam waktu cepat.
Transaksi pada perdagangan kemarin mencapai Rp4,8 triliun dengan volume perdagangan yang cukup besar sebanyak 5,8 miliar saham. Indeks sektoral yang masih di teritori positif, yakni sektor industri dasar yang naik 2,85%, diikuti sektor lain-lain 1,95%, sektor konsumen 1,08% dan properti 0,20%. Sementara yang lainnya berada pada di teritori negatif dengan penurunan tertinggi di sektor infrastruktur dengan -2,12%.
Ada kemungkinan bagi Bank Indonesia untuk menurunkan kembali BI rate-nya kembali mengingat inflasi selama ini masih terjaga dan kondisi perekonomian yang juga membaik. Jika hal ini terjadi, tentunya akan memberikan stimulus yang positif bagi sektor riil. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan selama bulan April telah terjadi kenaikan penjualan kendaraan bermotor, naik menjadi 457.650 unit, dan mobil yang juga naik menjadi 35.818 unit.
Kamis, 16 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar