Jumat, 17 Juli 2009

Analisis IHSG Sepekan

IHSG pada akhir pekan kembali terpuruk, bergerak sendirian di tengah bursa regional yang tetap melanjutkan rally-nya dalam beberapa hari terakhir. Aksi profit taking pada saham lapis kedua dan adanya kejadian luar biasa peledakan bom kembali di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton semakin menambah tekanan bagi IHSG untuk rebound. IHSG akhirnya ditutup melemah 0,55% ke posisi 2.106.

Koreksi yang terjadi masih dirasakan wajar, mengingat dari awal perdagangan pekan sampai akhir pekan, sebenarnya IHSG telah menguat 2,08%. Kenaikan yang besar terjadi pada hari Rabu dengan rebound 2,27%, disusul besoknya menguat secara spektakuler dengan penguatan 3,24%. Dengan demikian, koreksi yang terjadi selama sepekan masih dianggap wajar, karena trend bullish (penguatan) masih terjadi dalam pergerakan IHSG.

Saham-saham pertambangan masih menjadi primadona, khususnya saham BUMI yang telah naik 9,6%, mengalahkan kenaikan IHSG, walau pada akhir pekan akhirnya terkena profit taking dengan terkoreksi 1,05%,

Saham-saham di sektor perbankan tampaknya masih dilanda tekanan. Kekhawatiran pelaku terhadap masih tingginya suku bunga kredit yang masih berada di kisaran 13% padahal BI rate sendiri telah turun menjadi 6,75% membuat pelaku pasar melepas saham-saham sektor perbankan. Hal ini dilakukan akan kekhawatiran resiko NPL yang menghadang di depan, karena masih tingginya suku bunga kredit tersebut.

Secara keseluruhan pekan, IHSG masih berada pada teritori positif. Kejadian adanya bom yang meledak di hotel, tampaknya tidak terlalu direspon terlalu negatif oleh pelaku pasar. Walau hal tersebut tetap berpengaruh terhadap pergerakan indeks, namun pengaruh yang terjadi merupakan katalis bagi profit taking di saham-saham lapis kedua.

Pergerakan saham intraday (satu harian) Jumat, walau pada awal pembukaan langsung berada di teritori negatif, namun IHSG sempat menguat di teritori positif dan sempat menyentuh level 2.126 pada pukul 10.29 WIB, namun pada perdagangan selanjutnya mengalami pelemahan dan akhirnya ditutup dalan teritori negatif, posisi 2.106.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar