Selasa, 21 Juli 2009

IHSG Sumringah

Kekhawatiran akan memburuknya IHSG akibat bom yang menimpa hotel bintang lima Ritz Carlton dan JW Marriot tidak terbukti. IHSG ditutup menguat 1,91% ke posisi 2.146, rekor tertinggi semenjak IHSG tertekan hingga titik terendahnya pada tahun lalu.

Pasar terlihat agresif pada perdagangan awal pekan ini. Transaksi yang terjadi mencapai Rp.5 triliun, indikasi adanya aksi beli saham yang tinggi. Saham-saham komoditas menjadi primadona oleh pelaku pasar. Naiknya harga komoditas di pasaran, menyebabkan saham-saham sektor pertambangan menjadi pilihan pelaku pasar.

Faktor lain yang juga turut membantu meredam efek dari bom yang terjadi di kedua hotel bintang lima adalah adanya faktor liburan, hingga mengantisipasi penurunan yang lebih besar jika saja IHSG dibuka pada keesokan harinya. Pasar tampaknya masih optimistis dan menganggap tragedi bom tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia secara keseluruhan

Indeks regional juga turut memberikan pengaruh positif yang kuat. Banyaknya laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan Amerika, membuat Indeks Dow Jones menguat 1,19% ke posisi 8.948 pada penutupan terakhirnya. Positifnya hasil laporan keuangan sejumlah perusahaan tersebut memberikan ekspektasi bahwa indikator-indikator yang selama ini menyelimuti negara tersebut tidaklah seburuk dari apa yang diprediksikan semula.

Rupiah menggeliat positif dan sedikit lagi akan menembus angka 10.000 kembali. Masih membaiknya pasar saham dan obligasi diperkirakan akan menarik aliran modal masuk, hingga pada akhirnya memperkuat rupiah. Rupiah ditutup pada 10.060.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar