IHSG naik tajam setelah sempat terseok-seok perjalanannya selama beberapa hari belakangan. Semenjak di buka sejak awal, IHSG terus menanjak hingga ditutup pada posisi 2.123, naik 3,24%, seiring dengan penguatan bursa regional dan dunia.
Saham perbankan dan pertambangan menjadi penopang terbesar kenaikan indeks. Selain itu harga komoditas yang semenjak tiga hari berturut-turut turun, mulai rebound hingga memberikan sentimen positif baru bagi pergerakan bursa.
Indeks sektoral yang mengalami kenaikan paling besar adalah indeks sektoral lain-lain yang naik 6,62%, diikuti oleh indeks sektoral manufaktur, naik 4,58%, dan industri konsumsi naik 4,51%. Sementara indeks pertambangan dan perbankan, masing-masing naik 3,83% dan 4,36%.
Analisa beberapa kalangan tentang negara emerging markets yang masih bisa bertumbuh dengan baik walau sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) cenderung terkontraksi memberikan harapan akan pemulihan perekonomian dunia dan memberikan indikasi akan meningkatnya permintaan bahan bakar.
Valuasi saham yang murah dari tekanan-tekanan yang menyertainya, membuat pelaku pasar mulai mengoleksi saham-saham unggulan kembali dan ini menyebabkan indeks mengalami kenaikan, namun patut diwaspadai terjadinya profit takini, karena kenaikan yang cukup spektakuler yang pada akhirnya akan mendorong pelaku pasar menikmati capital gain sementara waktu.
Untuk kedepannya, pelaku pasar tampaknya akan mencermati laporan keuangan perusahaan-perusahaan AS yang diekpektasikan akan membaik, setelah Goldman Sachs memberikan sentimen positif.
Rabu, 15 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar