Indeks bergerak di teritory positif. IHSG ditutup menguat 1,78% ke posisi 2.093 mengiringi kenaikan indeks DJIA yang juga menguat tipis 0,02% ke posisi 8.764. Penguatan IHSG dipicu oleh aksi beli pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan yang sebelumnya terkoreksi. Kenaikan indeks berbanding terbalik dibandingkan kinerja bursa regional yang cenderung melemah. Sentimen dari pasar membaiknya pasar Eropa dan fundamental Indonesia turut menopang kenaikan indeks.
Walaupun begitu kenaikan yang terjadi masih dibayangi potensi melemahnya indeks yang mengikuti pergerakan bursa regional dan Wall Street yang cenderung melemah. Valuasi saham yang kini ada di Bursa Efek Indonesia dinilai terlalu mahal, hingga masih dimungkinkan koreksi-koreksi untuk ke depannya.
Sektor aneka industri mencatatkan kontribusi terbesar penguatan bursa dengan naik 4.34%, disusul industri dasar naik 2.97%, manufaktur 2.58%, tambang 1.88%, finansial 1.70%, infrastruktur yang naik 1,69%, dan properti 1.52%. Sedangkan sektor perkebunan menjadi satu-satunya sektor yang memerah.
Saham sektor properti dalam beberapa hari terakhir ini menjadi salah satu penyokong penguatan bursa seiring dengan diturunkannya BI rate menjadi 7% yang akhirnya akan mendorong juga penurunan suku bunga kredit. Dengan naiknya rupiah dalam beberapa hari terakhir juga memberikan sentimen positif dalam sektor properti sehingga bisa dijadikan investasi alternatif bagi pelaku pasar. Rupiah masih dimungkinkan menguat kembali menjelang penyelenggaraan pilpres mendatang.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar