Selasa, 30 Juni 2009

Analisa Indeks 10 Juni 2009

Pergerakan IHSG mencapai rekor tertingginya semenjak IHSG turun pada bulan Oktober 2008. Walaupun pergerakannya fluktuatif pada perdagangan kemarin, IHSG akhirnya menguat dan menembus level psikologis 2.000 dengan penguatan 0,74% ke posisi 2.108 seriring sentimen positif dari bursa dunia dan regional yang rata-rata mengalami penguatan.

Penurunan indeks sektor infrastruktur dan sektor keuangan yang turun 0,42% dan 1,33% dapat ditutupi dengan penguatan sektor pertambangan yang kembali rebound (menguat) 3,43% mengikuti harga komoditas yang kembali menguat, khususnya harga minyak dunia. Untuk kontrak Juni, harga minyak telah mencapi US$70,01 per barel. Penguatan sektoral diikuti juga oleh sektor perdagangan yang menguat 3,14% dan industri dasar yang juga menguat 2,26%.

Naiknya harga minyak membuat produsen-produsen batu bara secara tidak langsung juga diuntungkan dan menjadi sentimen positif bagi saham-saham pertambangan. Saham PT Aneka Tambang (ANTM) naik 4,40%, saham PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik 8,76%, PT Timah (TINS) naik 4,30% dan Saham International Nickel Indonesia (INCO) juga mengalami kenaikan sebesar 3,98%.

Ketika IHSG naik, justru indeks BISNIS-27 terkoreksi walaupun 6 saham pertambangan didalam portofolio indeks mengalami kenaikan. Penyebab dari menurunnya indeks BISNIS-27 sebesar 0,22% ke posisi 191 ditopang oleh penurunan saham-saham perbankan mengikuti penuruanan indeks sektoral keuangan. Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami penurunan terbesar dengan turun 4,14%, diikuti oleh saham Bank Danamon (BDMN) yang turun 2,17% dan saham Bank Central Asia (BBCA) juga turun 1,89%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar