Pergerakan IHSG mencapai rekor tertingginya semenjak IHSG turun pada bulan Oktober 2008. Walaupun pergerakannya fluktuatif pada perdagangan kemarin, IHSG akhirnya menguat dan menembus level psikologis 2.000 dengan penguatan 0,74% ke posisi 2.108 seriring sentimen positif dari bursa dunia dan regional yang rata-rata mengalami penguatan.
Penurunan indeks sektor infrastruktur dan sektor keuangan yang turun 0,42% dan 1,33% dapat ditutupi dengan penguatan sektor pertambangan yang kembali rebound (menguat) 3,43% mengikuti harga komoditas yang kembali menguat, khususnya harga minyak dunia. Untuk kontrak Juni, harga minyak telah mencapi US$70,01 per barel. Penguatan sektoral diikuti juga oleh sektor perdagangan yang menguat 3,14% dan industri dasar yang juga menguat 2,26%.
Naiknya harga minyak membuat produsen-produsen batu bara secara tidak langsung juga diuntungkan dan menjadi sentimen positif bagi saham-saham pertambangan. Saham PT Aneka Tambang (ANTM) naik 4,40%, saham PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik 8,76%, PT Timah (TINS) naik 4,30% dan Saham International Nickel Indonesia (INCO) juga mengalami kenaikan sebesar 3,98%.
Ketika IHSG naik, justru indeks BISNIS-27 terkoreksi walaupun 6 saham pertambangan didalam portofolio indeks mengalami kenaikan. Penyebab dari menurunnya indeks BISNIS-27 sebesar 0,22% ke posisi 191 ditopang oleh penurunan saham-saham perbankan mengikuti penuruanan indeks sektoral keuangan. Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami penurunan terbesar dengan turun 4,14%, diikuti oleh saham Bank Danamon (BDMN) yang turun 2,17% dan saham Bank Central Asia (BBCA) juga turun 1,89%.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar