Selasa, 30 Juni 2009

Analisa Indeks 11 Juni 2009

Semenjak diperdagangkan pada sesi 1 indeks telah terkena profit taking pelaku pasar. Pada awal perdagangan IHSG dibuka naik tipis 0,1% ke level 2.110 namun akhirnya diterjang profit taking dan mulai melemah hingga penutupan sesi 1 berakhir. Dalam perdagangan sesi 2 juga IHSG tetap melemah, sempat mencoba bergerak naik pada penutupan, namun ISHG akhirnya harus puas ditutup melemah 0,91% ke posisi 2.089.

Indeks tetap melemah walau ada sentimen positif naiknya peringkat outlook Indonesia dari peringkat “Ba3” dari “stabil” ke “positif” oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service. Naiknya peringkat ini tentu saja mengurangi resiko Indonesia sebagai tujuan investasi. Perbaikan yang terjadi didorong oleh membaiknya permintaan domestik dan tidak terlalu rentannya dari perdagangan global dan guncangan finansial hingga diproyeksi akan bertumbuh 4% selama tahun 2009.

Satu-satunya indeks sektoral yang mengalami kenaikan adalah sektor industri konsumsi yang naik 2,36% sementara sektor pertambangan kembali terkoreksi -0,31%. Sektor properti dan keuangan yang sempat rebound akibat dari turunnya BI rate yang kini dipatok pada 7% kembali melemah. Sektor properti melemah -1,70% dan keuangan melemah -1,37.

Dari sisi teknikal IHSG sudah memasuki kondisi jenuh beli (overbought). Pelaku pasar lebih memilih sikap diam dan wait and see hingga adanya sentimen baru lagi yang menggerakan bursa. Pilpres diperkirakan akan menjadi sentimen positif berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar