Selasa, 30 Juni 2009

Analisa Indeks 30 Juni 2009

IHSG terkena aksi ambil untung dari pelaku pasar. Semenjak awal pembukaan, indeks terus tertekan dan akhirnya ditutup melemah 0,34% ke posisi 2.026. Selama beberapa hari terakhir pergerakan indeks cenderung sideways, atau naik turun di kisaran 2.000.

Para pelaku pasar nampaknya masih menantikan data inflasi yang akan dirilis pada 1 Juli nanti oleh BPS. Ekspektasi akan rendahnya data inflasi yang akan keluar, membuat pelaku pasar merealisasikan keuntungan terlebih dahulu, menunggu nilai saham yang diprediksi akan jauh lebih murah dari saat ini.

Pergerakan rupiah berbanding terbalik dengan bursa. Rupiah naik 0,29% ke 10.208. Melemahnya dolar dalam beberapa hari terakhir memberikan stimulus tambahan bagi rupiah, sehingga para pelaku pasar cenderung mengarahkan investasinya ke emerging markets. Dolar yang biasanya digunakan pelaku pasar sebagai safe haven mulai ditinggalkan dan diganti dengan investasi lain.

Indeks MSCI untuk negara berkembang sepanjang tahun 2009 telah mengalami kenaikan 32 persen, sehingga pasar negara berkembang menjadi tujuan investasi pemodal asing. Bandingkan dengan indeks serupa untuk seluruh dunia yang mengalami kenaikan hanya 6 persen.

Banyaknya pemodal asing yang melarikan investasinya di negara berkembang menyebabkan valuasi aset dan saham-saham di kawasan tersebut semakin tinggi dibandingkan kawasan lain.

Naiknya kontrak minyak mentah yang telah mencapi US$71 per barel kontrak berjangka Newyork membuat investor lebih berhati-hati dalam menyikapi kenaikan tersebut. Masih rendahnya permintaan akan minyak dan lebih disebabkan oleh kendala distribusi di negara Nigeria akibat serangan teroris akan memicu kenaikan yang lebih besar lagi, dan jika kenaikan ini tidak segera ditanggulangi, maka pada saatnya nanti perekonomian mulai menggeliat akan membebankan perusahaan-perusahaan dalam aktivitasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar