Pada perdagangan saham kemarin, terlihat IHSG masih mengalami tekanan yang cukup besar. Nilai transaksi pun masih tergolong kecil, hanya Rp2,2 triliun. Faktor wait and see pelaku pasar membuat indeks pada awal pekan masih terkoreksi tipis 0,32% ke posisi 2.033.
Sektor perkebungan menyumbang pelemahan terbesar dengan koreksi 1,33%, diikuti pertambangan yang turun 1,2%, infrastruktur juga melemah 1,12%, perdagangan dan properti juga turut melemah 0,54% dan 0,3%. Namun sektor makanan dan keuangan justru menguat 0,22% dan 0,14%.
Pergerakan indeks yang masih terbatas juga disebabkan oleh terkoreksinya saham-saham komoditas yang menahan laju indeks untuk sementara waktu. Harga minyak turun menjadi US$69 per barel, begitupun harga batubara yang juga melemah 3% menjadi US$68,69 per ton.
Ekspektasi mengenai data inflasi yang akan dirilis pada tanggal 1 Juli juga menjadi penyebab tambahan bagi pergerakan bursa. Pelaku pasar lebih memilih untuk tidak terjun sementara waktu.
Selain itu faktor liburan dari sekolah juga turut menyumbang bagi pergerakan indeks. Hal ini bisa terlihat dari sediktinya aktivitas pelaku pasar di bursa.
Faktor luar masih turut mempengaruhi bursa. Penurunan indeks Dow Jones 0,40% ke posisi 8.438 akibat dari penahanan suku bunga acuan The Fed membuat IHSG diprekdiksikan bergerak konsolidasi.
Koreksi yang terjadi juga masih dinilai wajar, mengingat minggu lalu, IHSG telah bergerak cukup tinggi dan menyentuh 2.000, sementara penurunan yang terjadi hanya beberapa point saja.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar