IHSG kembali menguat, setelah sehari sebelumnya juga menunjukkan penguatan yang cukup besar. Kemarin IHSG kembali menembus level 2.000 dengan menguat 2,43% ke posisi penutupan 2.044. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,87 triliun dengan penopang terbesar berasal dari sektor keuangan yang naik 3,75%, diikuti sektor properti yang naik 3,39%, sektor pertambangan 2,93%, dan sektor industri dasar naik 2,29%.
Keputusan akhir dari rapat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya hampir mendekati nol menunjukkan arah yang baik bagi perekonomian negara tersebut. Kontraksi yang mulai melambat dan pelonggaran likuiditas negara tersebut akan memicu perekonomian negara tersebut dan berimbas kepada bursa dunia.
Penguatan yang terjadi di bursa regional juga turut mengangkat kenaikan indeks hingga memicu pelaku pasar untuk melakukan pembelian. Indeks Nikkei menguat 2,5%. Indeks Strait Times Singapura juga menguat 1,26%. Begitupun Indeks Hang Seng yang juga menguat 2,14%. Terdepresiasinya dolar, yang biasanya dijadikan safe heaven para pelaku pasar mulai ditinggalkan karena nilainya yang semakin menurun. Para pelaku pasar mulai mengalihkan dananya ke sektor komoditas. Namun dengan sektor komoditas juga mengalami tekanan, pelaku pasar mulai mengalihkan investasinya ke bursa negara berkembang.
Terdepresiasinya dolar juga menimbulkan sentimen positif bagi pergerakan rupiah, dengan menguat 1,15% menjadi 10.260. Kebijakan The Fed melonggarkan likuiditas dolar di pasaran justru membuat mata uang tersebut tertekan, dan ini memberikan sinyalemen yang baik bagi pergerakan rupiah untuk terus melakukan penguatan.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar