Indeks kembali rebound, semenjak beberapa hari terakhir mengalami pelemahan berturut-turut. Kenaikan IHSG tidak terlepas dari naiknya sebagian bursa Asia dan dunia. Harga rumah di AS yang pada bulan April lalu yang hanya turun 0,1% dan ketidakpastian komite kebijakan Federal Reserve AS mengenai kondisis perekonomian dan keuangan negara tersebut ternyata tidak menyebabkan penurunan bursa. IHSG ditutup menguat 4,25% ke posisi 1.995.
Semua bursa, baik dari dalam dan luar negeri masih menunggu kebijakan dari sidang The Fed yang diekpekstasikan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunganya. Walaupun begitu, pasar masih berharap agar The Fed melakukan kebijakan berbeda yang mampu mendorong perekonomian negara tersebut yang terkontraksi semenjak Desember 2007.
Pergerakan rupiah juga mengalami hal yang sama. Rupiah ditutup menguat 1,2% ke posisi 10.380. Depresiasi dolar akibat naiknya harga minyak yang menyentuh US$69 kembali membawa angin segar bagi pergerakan rupiah. Perbankan pun mulai menurunkan suku bunga kreditnya, menyesuaikan dengan penurunan BI rate, karena dinilai mulai kondusifnya perekonomian kita karena data Bank Indonesia menunjukkan mulai adanya kucuran kredit ke sektor riil walaupun masih berkisar Rp3-4 triliun per pekan.
Dua sektor mengalami persentase kenaikan di atas IHSG. Indeks sektoral Pertambangan naik 8,94% dan sektor Properti juga naik 4,83%. Sementara semua sektor juga menghijau dengan sektor industri dasar naik 3,94%, disusul sektor keuangan yang juga turut naik sebesar 3,76%, sektor pertanian naik 3,23% dan sektor aneka industri naik 2,83%
Pelaku pasar masih menunggu dua momentum yang akan dijadikan pijakan baru bagi pergerakan indeks. Hal pertama adalah pilpres mendatang berlangsung aman dan tertib serta indikasi akan diturunkannya kembali BI rate jika tingkat inflasi yang terjadi pada bulan Juni ini masih tergolong kecil.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar