IHSG melemah cukup tinggi. Dengan pelemahan 3,09% atau beranjak ke posisi 1.914, membuat indeks semakin terpuruk dan nampaknya sentimen non-fundamental yang membayangi indeks dalam beberapa bulan terakhir mulai meninggalkan IHSG hingga membuatnya terkoreksi terus.
Semua sektor bertumbangan. Penurunan terbesar terjadi pada sektor pertambangan yang turun sangat besar, yaitu -7,59%., diikuti oleh sektor properti yang turun -4,41%, kemudian sektor perdagangan yang juga turut turun sebesar -3,01% dan sektor infrastruktur yang turun -2,75%.
Kapitalisasi yang besar dari sektor pertambangan di bursa saham membuat bursa terpengaruh akan perubahan dalam sektor pertambangan. Pengaruh yang besar tersebut menyebabkan pada hari kemarin indeks turun terkait dengan mulai terkoreksinya harga-harga komoditas. Harga minyak mentah untuk kontrak Juli melemah menjadi US$ 66,93 per barel. Kenaikan harga minyak yang terjadi selama ini lebih bersifat spekulatif, tidak mencerminkan permintaan sebenarnya. Terapresiasinya dolar juga menyebabkan harga emas mulai terkoreksi, yakni US$920,60 per troy ounce untuk perdagangan Juni.
Banyak sentimen negatif dari bursa dunia yang menahan laju indeks. Pelemahan indeks Dow Jones turut membawa sentimen negatif bagi bursa, bahkan bursa saham eropa mengalami penurunan yang tajam karena mulai munculnya ketakutan akan kesehatan perekonomian dunia yang masih dibayangi penurunan.
Penurunan proyeksi dari Bank Dunia juga semakin melemahkan IHSG. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang tahun 2009 ini diperkirakan hanya mencapai 5,9%, turun jauh dibandingkan tahun 2008 yang tumbuh 8,1%. Hal lain yang cukup mengkhawatirkan adalah masih negatifnya proyeksi GDP dunia yang diprediksi Bank Dunia masih minus 2,9%.
Nilai transaksi pada perdagangan bursa kemarin mencapai Rp4,48 triliun, dengan komposisi 25 saham menguat, 27 saham tidak mengalami perubahan harga, dan sisanya sebanyak 199 saham mengalami penurunan.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar