Selasa, 30 Juni 2009

Analisa Indeks 22 Juni 2009

IHSG kembali terpuruk walau pada pembukaannya telah menguat 0,83%, IHSG harus puas ditutup melemah 0,78% ke posisi 1.975. Titik resistance 2.000 masih menjadi kendala bagi indeks untuk bergerak maju. Nilai transaksi juga tergolong kecil, hanya mencapai Rp2,9 triliun.

Tekanan yang begitu besar dari bursa global masih mewarnai pergerakan indeks. Spekulasi Cina, pengguna serat kapas terbesar di dunia serta pembeli utama dari Amerika Serikat yang akan membatasi impor serat kapas dari Amerika Serikat membuat indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) tertekan 0,19% ke posisi 8.539. Masih banyaknya cadangan serat kapas yang dimiliki pemerintah Cina menyebabkan untuk sementara waktu mereka kemungkinan tidak akan mengimpor serat kapas lagi. Bulan lalu saja China mengatakan akan melelang 1,52 juta metrik ton kapas untuk memenuhi permintaan domestik negara tersebut. Angka tersebut setara 65% total ekspor Negeri Paman Sam selama 12 bulan.

Penurunan harga minyak yang terkoreksi menjadi US$69 per barelnya, membuat bursa dunia dan regional menguat. Naiknya harga minyak yang begitu cepat dikhawatirkan akan memberikan dampak lanjutan bagi pemuliahan ekonomi dunia. Pasalnya jika hal tersebut berlanjut akan meningkatkan biaya ekonomi tambahan bagi perusahaan, sementara mereka dituntut melakukan efisiensi dalam pengoperasian perusahaan yang dimilikinya.

Kabar baik datang dari dalam negeri. Menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor selama Mei 2009 mengalami kenaikan 18,6% menjadi 457.650 unit, dengan posisi penjualan terbanyak didominasi oleh Honda, lalu diikuti oleh Yamaha, dan Kawasaki. Hal ini memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham Astra International (ASII) yang naik Rp850 menjadi Rp22.900 per lembar sahamanya. Naiknya ini juga menyebabkan IHSG tidak terlalu jauh terkoreksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar