Selasa, 30 Juni 2009

Analisa Indeks 19 Juni 2009

Setelah selama hampir sepekan IHSG terpuruk, akhirnnya mulai rebound (bangkit kembali) dari pelemahan karena banyaknya sentimen negatif yang menyertainya. IHSG ditutup menguat 2,02% ke posisi 1.990. Indeks BISNIS-27 juga mengalami presentase kenaikan diatas IHSG dengan naik 2,45% ke posisi 176.

Sektor aneka industri mengalami kenaikan paling besar, dengan naik 3,24%, diikuti sektor konsumsi yang naik 2,86%, begitupun sektor manufaktur yang turut juga naik sebesar 2,68% serta sektor perdagangan dan jasa naik 2,62%. Satu-satunya sektor yang justru melemah adalah sektor pertanian yang justru mengalami penurunan sebesar -0,70%.

Penurunan yang terjadi selama beberapa hari terakhir lebih bersifat teknikal karena lebih banyak diwarnai oleh aksi profit taking yang melanda IHSG dan masih dalam tahap yang wajar, sementara secara fundamental perekonomian Indonesia masih baik, belum lagi masih ada kemungkinan untuk BI rate turun kembali sebesar 25 basis poin.

Walaupun menguat, kenaikan yang terjadi masih belum didukung oleh penguatan rupiah sehingga volume transaksi pada akhir pekan masih tergolong kecil dengan nilai transaksi Rp4 triliun, sementara sehari sebelumnya justru mencapai Rp7 triliun. Kurs tengah BI menunjukkan rupiah masih melemah terhadap dolar AS yang posisinya sekarang adalah 10.375 per dolar AS.

Hal positif datang dari sektor perbankan. Kredit perbankan mulai menunjukkan pertumbuhan walaupun target yang diusung pemerintah masih jauh dan dibutuhkan usaha yang lebih keras lagi bagi perbankan untuk mencapai tingkat pertumbuhan 15% per tahun seperti target yang dicanangkan pemerintah. Data Bank Indonesia menunjukkan mulai adanya kucuran kredit ke sektor riil walaupun masih berkisar Rp3-4 triliun per pekan.

Membaiknya bursa dunia dan regional turut juga menopang kenaikan IHSG. Perekonomian Cina mulai menunjukkan perbaikan seiring proyeksi dari Bank Dunia yang menyatakan perekonomian Cina akan bertumbuh sebesar 7,3% per tahun ini, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pada bulan Maret 2009 yang diperkirakan tumbuh hanya 6,5%. Hal ini menyebabkan Indeks Hang Seng naik 0,81%. Berita baik juga dateng dari AS, data jumlah pengangguran mulai menurun petama kalinya semenjak Januari 2009. Hal ini tentu saja menumbuhkan optimisme baru bagi pemulihan krisis negara tersebut hingga indeks DJIA akhrinya menguat 0,69% setelah tiga hari bertuturut-turut sebelumnya melemah.

Bursa regional rata-rata mengalami kenaikan. Indeks Strait Times Singapura naik 1,61%, Indeks Nikkei juga naik 0,85% dan Indeks Kospi Korea turut juga mengalami kenaikan 0,55%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar