IHSG menguat tipis pada perdagangan kemarin. Sempat menyentuh level 2.043 pada perdagangan sesi 1, IHSG akhirnya diterjang aksi profit taking dimulai dari awal pembukaan sesi 2 hingga hanya menguat tipis sebesar 0,06% dan ditutup pada posisi 1.998. Di hari sebelumnya saham-saham pertambangan yang menjadi penopang kenaikan IHSG, kini diterjang aksi profit taking dari para pelaku pasar yang diakibatkan sudah terjadinya kejenuhan pada penjualan saham-saham sektor pertambangan.
Harga minyak yang rally selama beberapa pekan terakhir seiring dengan depresiasi dolar akhirnya mengalami koreksi. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Juli, turun 67 sen menjadi US$67,91 per barel. Banyaknya ekses persediaan dan melemahnya permintaan memicu harga minyak melemah dan berpengaruh pada sektor pertambangan.
Selain itu kekhawatiran akan naiknya harga minyak di kisaran US$70 per barel akan menyebabkan subsidi pemerintah akan naik dan inflasi juga akan kembali tinggi hingga pada akhirnya BI rate akan kembali naik. Naiknya BI rate tentunya akan memberikan tekanan kembali bagi perekonomian Indonesia.
Ekspekstasi akan turunnya tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia karena inflasi yang terjadi pada bulan Mei lalu hanya 0,04% memberikan sinyalemen positif bagi pergerakan Indeks. Bursa dunia dan regional pun turut memberikan sinyalemen positif.
Bursa Wall Street juga mengalami kenaikan selama beberapa terakhir ini. Indeks manufaktur Institute of Supply Management naik dari 40,1 menjadi 42,8 mengindikasikan adanya pertumbuhan. Sementara belanja konsumen selama April tercatat hanya turun 0,1% atau tidak seburuk yang dikhawatirkan menyebabkan DJIA menguat 2,60% ke posisi 8.721.
Indeks BISNIS-27 justru berkebalikan dengan apa yang dialami oleh IHSG. Setelah mencapai posisi tertingginya pada hari sebelumya selama indeks diluncurkan seiring tekanan pada sektor pertambangan menyebabkan indeks turun tipis 0,08% di level 182,08. Saham-saham petambangan yang memberikan tekanan pada indeks BISNIS-27 antara lain saham INCO yang turun 4,62%, ANTM juga turun 7,37%, ADRO juga turun 0,72%, TINS juga turun 7,78% sementara MEDC juga mengalami pelemahan 6%.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar