Selasa, 30 Juni 2009

Analisa Indeks 16 Juni 2009

Indeks kembali tertekan mengikuti pelemahan yang terjadi di bursa dunia dan regional. Pada awal perdagangan sesi pertama, IHSG dibuka melemah 2,3% ke posisi 2.022 dan mulai merangkak naik sebelum penutupan sesi pertama dan dilanjutkan pada sesi berikutnya, namun kenaikan yang terjadi tidak mencapai titik pembukaan, dengan demikian IHSG ditutup melemah 1,91% ke posisi 2.030.

Indeks Dow Jones turun -2,1% terkait dengan dirilisnya data manufaktur Newyork yang melemahkan optimisme akan kebangkitan negara Amerika Serikat tersebut dari keterpurukan. Hal ini membuat MSCI World Index mengalami penurutan terbesar dalam dua bulan terakhir seiring penurunan yang terjadi pada harga minyak dan logam.

Kekhawatiran akan meningkatnya inflasi di negara AS dengan rencana penerbitan surat utang negara tersebut akan menyebabkan tekanan yang besar bagi dolar hingga terdepresiasi kembali. Namun sebaliknya kekhawatiran menguatnya dolar justru akan menyebabkan harga komoditas akan naik hingga akan menggerus laba perusahaan multinasional yang dimiliki negara tersebut di seluruh dunia.

Walaupun IHSG terkoreksi terus selama beberapa hari terakhir namun koreksi tersebut masih dalam tingkat wajar, karena diprediksi dalam jangka menengah IHSG masih bisa menguat kembali. IMF memprediksi pertumbuhan GDP Indonesia tahun ini akan naik dari 2,5% menjadi 3-4%, selain itu. Sementara arus modal yang masuk melalui pasar modal pada Maret 2009 mencapai Rp1,82 triliun, April Rp2,60 triliun, Mei Rp1,97 triliun dan Juni telah mencapai Rp1,86 triliun dibandingkan pada Februari yang minus Rp562 miliar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar