Selasa, 30 Juni 2009

Analisa Indeks 15 Juni 2009

Sejumlah bank mulai menurunkan tingkat suku bunga kredit dan suku bunga deposito. PT Bank Tabungan Negara akan menurunkan tingkat suku bungan kreditnya mulai 1 Juli 2009 berkisar 0,5% hingga 2%, sementara itu PT Bank Central Asia kembali menurunkan suku bunga deposito rupiah dan valasnya menjadi 6% hingga 8% untuk rupiah dan 2,25% hingga 2,5% untuk deposito berbentuk US$.

Harapan akan membaiknya sektor properti dan mulai membaiknya sektor perbankan menyebabkan saham-saham sektor perbankan kemarin menguat dan merupakan satu-satunya sektor yang menguat, sementara sektor lain melemah. Indeks sektor perbankan menguat 1,13%.

Lain halnya dengan IHSG yang justru mengalami pelemahan merespon bursa dunia dan regional yang cenderung mixed. Koreksi yang terjadi dimanfaatkan oleh pelaku pasar sebagai momentum profit taking. Pelaku pasar cenderung melakukan konsolidasi dan menunggu penggerak positif lainnya. IHSG terkoreksi -1,01% ke posisi 2.069.

Harga komoditas juga mengalami koreksi pada awal pekan ini. Korelasi yang terjadi selama beberapa pekan terakhir antara bursa dengan pergerakan komoditas memberikan pengaruh yang cukup besar dengan adanya koreksi tersebut. Terlihat dari Emerging Portfolio Fund Research (EPFR) Global memperkirakan lebih dari US$6 miliar mengalir ke sektor komoditas selama tahun ini yang diikuti juga oleh kenaikan aset di bawah pengelolaan hedge fund sebesar 21%.

Saham-saham komoditas yang umumnya berkapitalisasi besar turut menopang pelemahan indeks. Harga minyak untuk kontrak bulan Juli di bursa New York turun 0,9% menjadi US%72,04 per barel. Penurunan minyak juga menyebabkan penurunan komoditas lain, seperti Nikel yang turun -0,67%, Emas turun -1,54% dan Timah turun -0,63%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar