IHSG terkena dampak gempa dari melorotnya bursa regional, sebagai imbas dari penurunan Indeks Dow Jones. Saham-saham berbasis komoditas juga turut memberikan dampak yang besar bagi pergerakan saham-saham pertambangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup 1,76% ke level 2.286.
Sebagian besar bursa dunia dan regional mengalami pelemahan. Berkurangnya permintaan atas produk China yang dipasok ke Eropa dan Amerika serikat merupakan faktor utama yang mengakibatkan bursa regional menjadi melemah yang dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpastian bagi pemulihan global.
Indeks Dow Jones ditutup melemah 1,96% ke level 9.310. Saham-saham sektor keuangan mempunyai pengaruh yang besar bagi pelemahan Dow Jones. Adanya ketidakpastian atas kesehatan perusahaan keuangan mendorong aksi jual yang besar dari pelaku pasar.
Harga minyak kembali turun ke level US$68,05 per barel menyebabkan tekanan bagi saham-saham pertambangan. Saham AALI melemah 4,25% ke level 20.300. Saham BUMI juga ikut turun 3,54% ke level 2.725. Saham ANTM juga turun 2,22% ke level 2.200. Saham INCO turun 2,33% ke level 4.200. Indeks diprediksi akan kembali naik jika harga minyak menyentuh level US%70 per barel kembali.
Faktor-faktor dari luar memberikan dampak yang besar bagi pergerakan indeks kemarin, belum lagi angka inflasi yang dirilis Biro Pusat Statistik (BPS) sehari sebelumnya relatif cukup tinggi hingga 0,56%, dengan demikian inflasi tahunan (year on year) menjadi 2,75%. Indeks dalam seminggu ini masih tetap akan berada pada teritori negatif.
Rabu, 02 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar