Semenjak awal perdagangan bursa, IHSG terus meluncur turun, aksi profit taking tampaknya terus membayangi pergerakan indeks, seiring dengan melemahnya berbagai bursa regional. IHSG ditutup pada level 2.347, turun 2,16%.
Harga minyak mentah yang sempat melonjak kembali diatas US$ 70 per barel, kini mulai berbalik arah mengalami penurunan. Untuk kontrak bulan September, harga minyak berada pada harga US$69,45 per barel. Penurunan ini diakibatkan setelah proyeksi dari kartel produsen Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan bahwa permintaan minyak dunia akan menurun pada tahun 2009 ini, sebelum tumbuh lagi pada tahun depan, turun 1,6 juta barel per hari (BPD) atau 1,93 persen menjadi 83,91 juta BPD tahun ini.
Padahal adanya peningkatan permintaan dari Cina beberapa waktu lalu membuat harapan membaiknya perekonomian dunia semakin menguat. Cina merupakan negara konsumen energi terbesar kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS). Namun penguatan tersebut ternyata goyah akibat proyeksi OPEC yang baru saja diberitakan.
Ketegangan dirasakan juga oleh pelaku pasar mengenai pengumuman hasil rapat The Fed yang akan mengeluarkan arah kebijakan baru bagi perekonomian AS pada malam ini. Pelaku pasar sedang mencari kepastian tentang arah pergerakan perekonomian yang akan diambil oleh negara tersebut.
Akibat dari profit taking yang melanda bursa, pergerakan bursa masih tertahan sementara waktu, menunggu sentimen baru berikutnya. Saham-saham perkebunan masih dicari pelaku pasar, karena kemungkinan naiknya harga CPO di dunia, mengingat adanya gejala El Nino, yang tahun lalu saja merosotkan produksi CPO hingga 20%.
Rabu, 12 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar