Selasa, 11 Agustus 2009

Ekspektasi Naiknya Harga CPO Mengangkat IHSG

Setelah sehari sebelumnya IHSG terpuruk, IHSG kembali menampakan kekuatannya dengan naik 0,4% ke posisi 2.399. Walau indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun dalam perdagangan terakhirnya sebesar 0,34% ke posisi 9.337, namun tidak memberikan pengaruh negatif bagi pergerakn indeks.

Pengaruh yang terjadi justru merupakan pengaruh positif dari bursa AS, karena pelaku pasar sedang menunggu rapat The Fed, yang rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 12 Agustus waktu setempat. Hasil dari rapat tersebut, yang kemungkinan besar tidak mempengaruhi suku bunga The Fed yang sudah mencapai titik terendahnya selama ini, 0,25%, diharapkan akan mampu memberikan solusi yang lebih cepat lagi mengingat rasio utang AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) naik 372% pada kuartal I/2009, meskipun pinjaman rumah tangga turun pada kuartal II/2009.

Penurunan yang terjadi di bursa saham Amerika Serikat (AS) tersebut lebih disebabkan faktor profit taking setelah berturut-turut menguat selama empat pekan kemarin. Pelaku pasar di Wall Street mulai mengunci keuntungannya sementara waktu hingga menunggu sentimen baru untuk melanjutkan momentum pasar berikutnya.

Secara sektoral, penguatan tertinggi indeks berada pada sektor pertanian, yang naik 4,01%, diikuti oleh sektor keuangan, naik 1,84%, pertambangan naik 0,38%, dan properti naik tipis 0,07%, sementara sektor-sektor lainnya berada pada teritori negatif dengan penurunan tertinggi pada sektor industry dasar, turun -1,26%.

Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertanian, yang disebabkan ekspektasi akan meningkatnya nilai jual Crude Palm Oil (CPO), menjelang akan adanya kekeringan dan kemarau panjang atau disebut juga El Nino yang melanda kawasan Indonesia. Sebagai produsen CPO terbesar di dunia, penurunan produksi akibat gejala El Nino tersebut tentunya akan mempengaruhi jumlah produksi CPO,yang pada akhirnya akan menaikkan nilai jual CPO. Saat ini CPO dijual pada rentang harga US$600 – US$ 700 per ton. Jika gejala El Nino itu terjadi seperti dahulu, produksi CPO akan turun 20%, dan dampaknya harga CPO akan naik sekitar US$800 per ton. Menyadari hal tersebut, banyak pelaku pasar memburu saham-saham pertanian untuk mendapatkan capital gain di masa mendatang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar