Kamis, 06 Agustus 2009

Indeks Sektoral Pertambangan Naik 5,8%

IHSG pada perdagangan kemarin, berbalik arah setelah satu hari sebelumnya terjadi penurunan. IHSG ditutup pada level 2.359, menguat 1,85%, dengan transaksi yang cukup spektakuler, yang sedikti lagi mencapai nilai hingga Rp8 triliun.

Sehari sebelumnya indeks sempat turun akibat dari pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang, menurut para pelaku pasar, mengasumsikan nilai tukar kurs dan harga minyak terlalu rendah dalam RAPBN 2010 yang dibacakan di depan DPR tiga hari lalu. Pemerintah mematok tingkat kurs pada level Rp10.000 per dolar dan harga minyak diasumsikan berada pada harga US$68 per barel. Dua asumsi ini dinilai pelaku pasar tidak mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia yang sebenarnya. Harusnya asumsi harga minyak dan nilai tukar rupiah bias lebih tinggi lagi.

Pemerintah juga mematok pertumbuhan ekonomi hanya 5% saja, padahal dimungkinkan pertumbuhan Indonesia bisa mencapai rentang 6% hingga 8% per tahun. Hal ini dimungkinkan karena dengan kondisi perekonomian global yang masih tersendat-sendat, Indonesia mampu bertahan dan mencapai tingkat pertumbuhan 4,4% selama triwulan pertama 2009. Jika pemulihan resesi mulai terjadi, yang diperkirakan akan dimulai pada tahun 2010, kemungkinan akan melebihi 5%.

Kenaikan indeks pada perdagangan kemarin merupakan imbas dari bursa regional yang rata-rata ditutup pada teritori positif serta turunnya BI rate 25 basis poin ke 6,5%. Penurunan BI rate tampaknya masih memberikan sentiment positif bagi indeks, namun kemungkinan besar BI rate akan tetap dipatok pada level 6,5% saja, mengingat Bank Indonesia memperkirakan kondisi inflasi yang akan terjadi pada bulan depan, seiring dengan adanya Idul Fitri, yang umumnya barang-barang pokok akan mengalami kenaikan harga.


Saham-saham pertambangan membuat indeks begitu perkasa Naiknya kembali harga minyak untuk kontrak September, yang mencapai posisi US$71,97 per barel, membuat pelaku pasar lebih percaya diri untuk membeli saham-saham pertambangan. Indeks sektoral pertambangan naik 5,8%, merupakan kenaikan tertinggi pada perdagang kemarin, yang diikuti oleh indeks sektoral industri dasar sebesar 2,2%, dan indeks sektoral perdagangan yang naik 2,17%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar