IHSG pada perdagangan awal pekan kembali terkoreksi -1,94% ke posisi ke posisi 2.035. Semua sektor di teritori negatif, tidak ada satupun yang positif, bahkan sektor perbankan dan properti yang umumnya naik setelah pengumuman BI rate ikut turun sebesar -2,06% dan -2,76%. Permasalahan yang tak kunjung beres di setiap pemilu mengenai DPT (Daftar Pemilih Tetap) menjadi sentimen negatif pergerakan indeks awal pekan.
Isu mengenai pilpres satu putaran yang diharapkan oleh pelaku pasar membuat indeks kembali tertekan. Tampaknya pilpres akan berlanjut ke putaran kedua hingga tinggal dua kandidat yang tersisa. Di setiap polling yang diadakan oleh lembaga survey independen menunjukkan hasil dari tiga kandidat capres dan cawapres tidak ada satupun yang memperoleh pemilih 51% sebagai syarat mutlak terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
Untuk sementara waktu, pelaku pasar memilih untuk wait and see dan menunggu pilpres selesai dilaksanakan pada 8 Juli mendatang. Jika ternyata hasil dari pilpres mendatang memberikan indikasi positif bagi bursa tentunya akan memberikan kepastian bagi investasi mereka.
Pasar lebih memilih untuk SBY sebagai presiden mendatang untuk melanjutkan kepimpinannya lagi. Kelanjutan politik menjadi hal penting untuk masa mendatang dalam rangkan memikat investasi yang dibutuhkan Indonesia untuk bersaing di dunia internasional.
Rontoknya bursa regional dan dunia juga memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG awal pekan. Indeks Dow Jones turun -2,63%. Nikkei turun -1,38%, Indeks Hang Seng pun turun -1,23% dan indeks Strait Times Singapura juga ikut turun -1,46%.
Senin, 06 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar