Jumat, 03 Juli 2009

BI Rate mengangkat IHSG

Pada perdagangan akhir pekan indeks bergerak fluktuatif. Semenjak awal perdagangan, IHSG langsung turun ke level 2.043, namun perlahan merangkak naik dan akhirnya IHSG ditutup di teritori positif dengan menguat 0,46% ke level 2.075.

Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk menurunkan kembali BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6.75% menopang pergerakan IHSG hingga meneruskan penguatan kembali.

Walaupun terlihat selam 3 hari dalam sepekan terakhri IHSG terkoreksi terus-menerus, namun kalau diperhatikan pergerakannya antara awal sampai pekan terakhir, ternyata IHSG telah menguat 1,72%.

Pengumuman inflasi bulan Juni sebesar 0,11% juga turut menopang pergerakan indeks dalam dua hari terakhir. Pergerakan aliran dana asing yang masuk ke emerging markets, khususnya kawasan asia pasifik, membuat Indonesia juga terkena imbasnya. Sepanjang 2009, indeks MSCI untuk negara berkembang telah mengalami kenaikan 32%, sementara indeks MSCI untuk dunia hanya bertumbuh 6%.

Transaksi selama sepekan pun masih tergolong kecil, dengan rata-rata transaksi harian antara Rp2-3 triliun saja, walaupun pada Rabu, transaksi mencapai Rp5,95 triliun, namun tingginya transaksi lebih disebabkan adanya transaksi tutup sendiri saham PT Bank Central Asia (BBCA).

Rupiah pun terapresiasi dengan posisi akhir pekan menguat 0,2% ke 10.193. Terdepresiasinya dolar akibat jumlah PHK di AS meningkat, sedikitnya 365.000 orang selama Juni 2009, tertinggi selama 26 tahun terakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar