Awal pekan yang buruk bagi pergerakan IHSG. Dari awal pembukaan, IHSG sudah melemah dan sempat turun di posisi 1.993. IHSG akhirnya kembali naik dan masih di titik psikologi, namun tetap saja secara keseluruhan IHSG turun 2,08% ke level 2.020.
Sementara itu indeks LQ-45 juga turun -2,18%. Indeks BISNIS-27 turun
-1,9%. Indeks sektoral petambangan terkoreksi paling besar dengan koreksi -3,51%, diikuti sektor pertanian -3,17%, sektor konsumsi -3,03%. Semua sektor pada teritori negatif.
Penurunan ini tidak terlepas dari pelemahan bursa-bursa regional yang pada awal pekan ini juga pada berjatuhan. Indeks KOSPI tercatat turun 3,53%, Indeks Nikkei juga turun 2,55%, begitupun indeks Hang Seng China juga turut melemah 2,56%.
Sebagian besar harga komoditas mengalami pelemahan hingga menyeret saham-saham komoditas. Harga minyak mentah akhir pekan lalu ditutup pada US$59.89 per barel, hingga menyeret turun harga timah yang terkoreksi 4,6% dan nikel yang terkoreksi 2,7%, begitupun tembaga untuk kontrak Juli diperdagangkan US$4.857, terkoreksi 2%.
Walaupun indikator makroekonomi mulai membaik dan diprediksi perekonomian kita bisa bertumbuh 4,5% pada tahun 2009 ini, namun masih belum membaiknya konsumsi swasta seiring melemahnya daya beli masyarakat akibat turunnya penghasilan dan meningkatknya PHK masih menjadi kendala tersendiri untuk pencapaian pertumbuhan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar