Pergerakan IHSG akhir pekan begitu sumringah. Membaiknya bursa regional dan global, seriring dengan optimisme akan pulihnya perekonomian dunia, membuat IHSG di posisi tertingginya, yakni naik1,15% ke posisi 2.185. Dengan demikian, IHSG pada pekan ini telah naik 2,5%, sementara dari awal tahun telah mengalami kenaikan 59%.
Berita bagus dari laporan keuangan yang dirilis oleh sejmlah perusahaan, serta data penjualan rumah dan membaiknya angka pengangguran di Amerika Serikat membuat indeks Dow Jones naik 2,12% ke posisi 9.069.
Kuatnya fundamental ekonomi, membuat pergerakan IHSG selama sepekan ini berada dalam tren bullish. Walau sepekan sebelumnya terjadi peledakan bom di hotel bintang lima JW Marriot dan Ritz Carlton tidak menggoyahkan pelaku pasar untuk tetap berinvestasi di Indonesia. Pelaku pasar masih memburu saham-saham di Indonesia karena dinilainya masih dapat memberikan return yang tinggi.
Banyak dari pelaku pasar yang mengkonversi dolar yang dimiliki ke rupiah sehingga memicu perdagangan di lantai bursa semakin ramai. Kenaikan permintaan akan rupiah membuat nilat tukar rupiah naik menembus nilai psikologis 10.000 rupiah, dengan penutupan pada akhir pekan berada di posisi 9.999.
Kenaikan minyak selama sepekan terakhir mengisyaratkan akan baiknya optimisme pemulihan ekonomi global. Harga minyak mentah untuk kontrak bulan September telah mencapai US$67,16 per barel. Laporan penjualan rumah AS yang lebih kuat dari perkiraan semula, yang telah berlangsung selama 3 bulan berturut-turut, memberikan stimulus bagi penguatan minyak. Naiknya penjualan rumah berarti meningkatnya permintaan energi untuk perumahan dan akhirnya akan meningkatkan permintaan minyak mentah di negara tersebut.
Indeks BISNIS-27 naik diatas kenaikan IHSG dengan naik 1,58%, Indeks LQ-45 naik 0,14%. Bursa saham regional juga tampak hijau semua. Indeks Hang Seng menguat 0,83%. Strait Times Singapura naik 1,95% dan Indeks Nikkei turut naik 1,55%.
Jumat, 24 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar