Pada awal perdagangan IHSG merambat naik, namun dalam perjalanannya ternyata terkena profit taking kembali dan ditutup melemah pada sesi 1. Mulai dari sesi 2, IHSG menunjukan kemampuannya kembali dan rebound hingga akhirnya ditutup 1,08% ke posisi 2.032.
Positifnya IHSG ternyata berbanding terbalik dengan kondisi bursa dunia dan regional. DJIA turun 0,75% ke posisi 8.675 setelah terkena aksi profit taking pada awal pembukaan dikarenakan para investor langsung bergerak membukukan keuntungan dari kenaikan beberapa hari sebelumnya setelah data menunjukkan berlanjutnya pengurangan pegawai (PHK) besar-besaran dan penurunan aplikasi “mortgage” (KPR) yang memukul sektor perbankan. Indeks Standard & Poor’s 500 juga turun 1,37% menjadi 931.
Bursa regional juga mengalami pelemahan. Indeks Hang Seng turun 0,40% ke posisi 18.502. Indeks Nikkei 225 juga turun 0,75% ke posisi 9.668 dan indeks Strait Times Singapura pun mengalami nasib yang sama dengan turun 0,88% ke posisi 2.362.
Kenaikan IHSG terkait dengan sentimen positif adanya berita persetujuan pinjaman sebesar satu milyar dolar AS guna membantu Indonesia mempertahankan pengeluaran anggarannya dari Asian Development Bank (ADB). Membaiknya laba perbankan yang naik 21,9% pada triwulan pertama tahun 2009 yang mencapai Rp16,091 triliun juga menjadi sentimen positif lainnya. Kendati menghadapi tekanan karena krisis global ternyata perbankan Indonesia masih meraup laba.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar