Pada akhir pekan, IHSG masih bergerak di teritori positif, dan ditutup di level tertingginya semenjak 4 Juli 2009. Transaksi yang terjadi hampir mendekati Rp10 triliun. Laporan keuangan sejumlah emiten yang rata-rata membukan laba, terutama sektor perbankan dan pertambangan, membuat IHSG perkasa selama sepekan ini. Naiknya kembali harga minyak yang menyentuh level US$66,94 membuat indeks sektoral saham-saham pertambangan menguat, dan akhirnya membuat IHSG menguat 1,09% dan menembus level psikologi baru ke posisi 2.323. Selama sepekan ini, IHSG telah naik 6,2%.
Melemahnya dolar turut memberikan permintaan minyak, seiring dengan optimisme pasar akan pemulihan global. Minyak yang diperjualbelikan dalam bentuk dolar, membuat harga minyak saat ini menjadi lebih murah, seiring pelemahan dolar. Rupiah ditutup menguat 0,3% ke 9.928 per dolar AS. Rupiah merupakan salah satu nilai tukar yang memiliki kinerja yang bagus sepanjang tahun 2009 dengan kenaikan 9,6%, diperkuat oleh terpilihnya kembalin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk kedua kalinya.
Naiknya rupiah seiring membaiknya ekspektasi pelaku pasar, meyebabkan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Asia Pasifik berada pada rentang 109 sampai 110 selama sepekan terakhir, merupakan rekor tertingginya selama ini. Harga-harga komoditas yang merangkak naik menjadi penyebab naiknya indeks MSCI Asia Pasifik tersebut.
Tidak adanya sentimen negatif baru membuat pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 4,3%, menurut revisi anggaran tahunan pemerintah pada tanggal 22 Juli. Banyak investor asing yang masuk ke dalam negeri, menyebabkan pemerintah berani untuk memberikan target baru. Sampai pekan terakhir, investor asing telah membukukan pembelian $684 juta di bursa saham kita.
Jumat, 31 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar