IHSG pada perdagangan kemarin masih berada dalam kondisi bullish dan naik 1,27% ke posisi 2.237. Kenaikan ini masih ditenggarai oleh kondisi bursa regional yang rata-rata mengalami kenaikan dan harga minyak yang cenderung stabil di kisaran US$68 per barel. Dengan demikian pada perdagangan kemarin, IHSG masih dapat keluar dari aksi profit taking.
Belum adanya sentimen negatif yang berarti, membuat pelaku pasar semakin berani mengoleksi saham-saham pilihannya. Ekspektasi akan turunya BI rate kembali membuat mereka optimistis akan kinerja bursa saham.
Semenjak awal tahun, IHSG telah menguat 85% lebih, hingga kinerja IHSG merupakan terbaik ketiga di dunia setelah Peru General Index yang naik 105,72%, diikuti oleh Shanghai Composite Index yang naik 88,51%, berbeda tipis dengan IHSG. Naiknya bursa utama di Asia menyebabkan indeks Morgan Stanley Capital (MSCI) Asia Pasifik naik ke level 109,19, level tertinggi semenjak September.
Saham BUMI menjadi daya tarik utama pada perdagangan kemarin. Nilai transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp1,3 triliun, atau 23,2% dari total transaksi di bursa. Saham BUMI diburu akibat pelaku pasar ingin mendapatkan keuntungan deviden yang rencananya akan dibagikan pada hari ini.
Indeks BISNIS-27 menyentuh level psikologis baru, dengan melewati level 200. Indeks BISNIS-27 naik 1,34%. Penggerak terbesar kenaikan indeks BISNIS-27 ditenggarai oleh naiknya saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang naik 1,70%, diikuti oleh saham Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik 7,8%, kenaikan tertinggi saham yang berada di dalam portofolio indeks BISNIS-27, dan saham Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 2,08%.
Kenaikan yang terjadi pada saham ITMG akibat dari ekspektasi pelaku pasar akan naiknya jumlah pendapatan 2009 dari berproduksinya blok Indomico Timur pada April 2009. Naiknya produksi batubara premium dari blok tersebut akan memberi peluang bagi ITMG untuk menaikkan harga jualnya.
Selasa, 28 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar